Meteor Terlihat Jelas, April 2010
"Pancaran bola api meteor itu juga terlihat di Missouri, Illinois dan Iowa," kata petugas Badan Cuaca, David Sheets, di Davenport, Iowa, Jumat 16 April 2010.
Menurut dia, meskipun pancaran itu terlihat dahsyat, hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan akibat jatuhnya meteor itu. Gambar video itu terekam oleh Departemen Atmosfir dan Kelautan, Universitas Wisconsin.
Bola api itu melintasi langit Midwestern pada Rabu 13 April malam. Saat terjatuh dilaporkan benda itu menimbulkan getaran dan mengaktifkan alarm yang dimiliki penduduk setempat.
Penduduk lokal melaporkan, mereka melihat cahaya bola api yang luar biasa benderang di langit. Tetapi, petugas setempat belum bisa memastikan lokasi jatuh benda itu.
"Sebelum benda itu mencapai bumi, benda itu pecah menjadi beberapa bagian kecil," ujar David. Saat benda itu menghujam bumi, sempat terjadi beberapa ledakan sonik.
Hingga kini belum bisa dipastikan asal benda itu. Apakah berasal dari hujan meteor yang sedang terjadi di Bumi? Atau berasal dari puing-puing benda langit astronot di atmosfir. (Associated Press)
Percobaan Hukum Hooke
Menentukan hubungan anatara gaya yang bekerja pada pegas dan perpanjangan pegas
Dasar Teori
Bila sebuah benda diregangakan oleh gaya, maka panjang benda akan bertambah. Panjang atau pendeknya pertambahan panjang benda tergantung pada elastisitas bahan dari benda tersebut dan juga gaya yang diberikannya. Apabila benda masih berada dalam keadaan elastis ( batas elastisitasnya belm dilampaui), beradasarkan hukum Hooke pertambahan panjang
Alat dan Bahan
1. Dasar Statif (1 buah)
2. Batang Statif, 500 mm (1 buah)
3. Batang statif, 250 mm (1 buah)
4. Bosshead, universal (1 buah)
5. Beban bercelah dan bergantung (1 buah)
6. Pasak pemikul (1 buah)
7. Pegas helik, 25N/m (1 buah)
8. Mistar (1 buah)
Langkah Percobaan
1.Susun alat percobaan seperti yang terlihat pada gambar berikut:
2. Gantung satu beban
3. Ukur panjang awal pegas
4. Tambahkan satu beban pada beban awal tadi dan ukur panjang pegas l seperti pada langkah percobaan ke 3. Catat berat total beban (w) dan panjang (l) pada tebel pengamatan)
5. Ulangi langkah langkah perobaan ke-4 dan lengkapi tabel data pengamatan berikut ini!
6. Buat grafik
7. Bagaimana bentuk grafik yang dihasilkan? Kemiringan garis pada grafik tersebut menunjukan apa? Berapa konstanta pegas berdasarkan eksperimen tersebut? Bandingkan hasilnya dengan literatur
8. berikan kesimpulan anda
Pembentukan berkas sinar istimewa pada lensa cembung
|
|
|
|
0 comments |
Tujuan: untuk mengetahui pembentukan tiga sinar istimewa.
Teori
Bayangan yang dibentuk oleh lensa dapat dibentuk dari tiga sinar istimewa. Ketiga sinar istimewa tersebut diantaranya.
Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik focus aktif F1 dibelakang lensa.
Sinar datang melalui titik focus F2 didepan lensa dibiaskan sejajar sumbu utama.
Sinar datang melalui titik pusat optic diteruskan tanpa dibiaskan.
Hanya dua sinar yang dibutuhkan untuk membentuk bayangan benda.
Alat dan bahan
Kotak cahaya
Catu daya
Kertas ukuran A4
Model lensa plan-konveks
Diafragma 1 dan 3 celah
Kabel penghubung
Langkah-langkah percobaan
Gambarlah dua buah garis saling tegak lurus melalui tengah-tengah kertas A4.
Letakkan lensa plan-konveks di atas kertas pada persilangan kedua garis.
Gunakam kotak cahaya untuk menghasilkan 3 sinar sejajar dengan memasukkan diafragma 3 celah pada pemegang celah kotak cahaya dan hubungkan ke catu daya.
Nyalakan catu daya.
Sinar dari kotak cahaya harus terlihat jelas di atas kertas, jika dibutuhkan atur posisi lensa kondensor kotak cahaya untuk mendapatkan sinar sejajar yang baik.
Amati berkas sinar setelah dibiaskan oleh lensa.
Tentukan titik focus lensa seperti percobaan sebelumnya. Tentukan titik focus pasif lensa dengan mengambil jarak yang sama dari lensa terhadap titik focus aktif lensa.
Gantilah diafragma 3 celah dengan diafragma 1 celah.
Atur kedudukan kotak cahaya seperti pada gambar.
Singkirkan lensa kemudian gambar berkas sinar yang meninggalkan lensa.
Ulangi langkah 1-9 dengan menggunakan kertas A4 yang berbeda.
Pembiasan cahaya pada lensa cembung
Tujuan: untuk memahami sifat-sifat pembiasan pada lensa cembung
Teori
Lensa adalah benda tembus cahaya yang dibatasi dua permukaan lengkung atau salah satu lengkung yang lainnya datar. Permukaan lengkung biasanya berbentuk sferis. Tiap permukaan lengkung memiliki pusat kelengkungan lensa. Bila lensa memiliki dua permukaan lengkung maka lensa tersebut memiliki dua pusat kelengkungan kecuali untuk lensa dengan salah satu permukaan datar. Garis yang melewati pusat kelengkungan lensa disebut sumbu utama lensa. Untuk lensa plan-konveks sumbu utama adalah garis yang melewati pusat kelengkungan lensa dan tegak lurus permukaan datar lensa. Garis lain yang melewati pusat lensa disebut sumbu bantu atau sumbu sekunder.
Alat dan Bahan
Kotak cahaya
Catu daya
Kertas putih A4
Model lensa setengah lingkaran
Diafragma 1 dan 3 celah
Kabel penghubung
Model lensa datar-cekung
Penggaris
Langkah-langkah percobaan
| Lensa | Jarak focus |
| Lensa plan-konveks | |
| Lensa bikonveks (dua lensa plan-konveks saling membelakangi) | |
| Model lensa setengah lingkaran |
Lihat artikel sebelumnya tentang "Pembiasan cahaya pada lensa cembung"
Pembiasan pada bidang batas udara ke kaca
Tujuan : untuk menghitung indeks bias kaca
Alat dan bahan
| i1 | r1 | i2 | r2 | sin i1 | sin r1 | sin i2 | sin r2 | sin i1 / sin r1 | sin i2 / sin r2 |
| 200 | |||||||||
| 300 | |||||||||
| 400 | |||||||||
| 500 | |||||||||
| 600 |
sin i1 / sin r1 disebut indeks bias medium dimana sinar dibiaskan relative terhadap medium sumber sinar berasal.
Percobaan Hukum Ohm
Mempelajari hubungan antara tegagan dan kuat arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian.
Dasar Teori
Dalam arus listrik terdapat hambatan listrik yang menentukan besar kecilnya arus listrik. Semakin besar hambatan listrik, semakin kecil kuat arusnya, dan sebaliknya. George Simon Ohm (1787-1854), melalui eksperimennya menyimpulkan bahwa arus I pada kawat penghantar sebanding dengan beda potensial Vyang diberikan ke ujung-ujung kawat penghantar tersebut:
Besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar tidak hanya bergantung pada tegangan, tetapi juga pada hambatan yang dimiliki kawat terhadap aliran elektron. Kuat arus listrik berbanding terbalik dengan hambatan:
Dengan demikian, arus I yang mengalir berbanding lurus dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatannya.
Pernyataan ini dikenal dengan Hukum Ohm, dan dinyatakan dengan persamaan:
Diagram hukum Ohm:
Alat dan Bahan yang Diperlukan
1. Voltmeter 10V DC, 1 buah
2. Amperemeter 100mA, 1 buah
3. Kabel penghubung merah, 3 buah
4. Kabel penghubung hitam, 3 buah
5. Hambatan tetap 100
6. Papan rangkaian
7. Potensiometer 50
8. Saklar satu kutub (1 buah)
9. Jembatan penghubung (1 buah)
10. Catu Daya (1 buah)
11. Baterai (cadangan, 3 buah)
Langkah-langkah Percobaan
1. Persiapkan peralatan / komponen sesuai dengan daftar di atas.
2. Buat rangkaian seperti pada gambar berikut:
Perlu diperhatikan:
# saklar dalam posisi terbuka (posisi 0)
# Hubungkan catu day ke sumber tegangan. Catu daya harus masih dalam keadaan off. Pilih tegagan keluaran 3 volt DC
# Hubungkan rangkaian ke catu daya (gunakan kabel penghubung)
3. Hidupkan catu daya (on) kemudian tutup saklar S.
4. Atur Rheostat atau potensiometer sehingga voltmeter menunjukan tegangan sekitar 2 volt, kemudian baca kuat arus yang mengalir pada amperemeter dan catat hasilnya ke dalam tabel hasil pengamatan.
5. Atur lagi potensiometer sehingga voltmeter menunjukan tegangan sedikit lebih tinggi dari 2 volt, baca kuat arus pada amperemeter dan catat hasilnya ke dalam tabel hasil pengamatan.
6. Ulangi langkah 5 sebanyak 3 kali.
7. Buatlah grafik V sebagai fungsi dari I.
8. Bagaimana bentuk grafiknya?
9. Apa kesimpulan anda?
Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung
Untuk letak benda pada ruangan lainnya anda bisa menggambarnya sendiri dengan memanfaatkan ketiga sinar istimewa yang telah dipaparkan di atas. Begitu juga dalam menentukan sifat bayangannya. Lihat contoh pada animasi di atas.

Dalil Esbach
| |||||||||
Sebuah benda diletakkan pada jarak 25 cm di depan sebuah lensa positif yang fokus utamanya 10 cm. Tentukan sifat-sifat bayangan yang terbentuk!
Dari data soal dapat disimpulkan bahwa benda diletakkan di ruang III, yakni di suatu titik antara 2F dan dan tak terhingga (lihat gambar 30 di atas). Oleh karena jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan harus lima, berarti bayangan ada di ruang 2 (di belakang lensa). Jadi, sesuai dengan dalil Esbach sifat bayangan adalah nyata dan terbalik (karena di belakang lensa) serta diperkecil (nomor ruang bayangan lebih kecil dibandingkan nomor ruang benda).
Physics Test Practice Book
Klik link berikut:
== Physics Test Practice Book ==
Jangan lupa kasih komentar ya.. Biar blog ini menjadi semakin rame.. he he.. Kalo masalah klik iklan c terserah anda.. Peace ah...
Soal - soal SAR (Standards, Assessment & Reporting)
Physics Examination June 2009
Physics Examination January 2009
Physics Examination June 2008
Physics Examination January 2008
Physics Examination June 2007
Physics Examination January 2007
Physics Examination June 2006
Physics Examination January 2006
Physics Examination June 2005
Physics Examination January 2005
Physics Examination June 2004
Physics Examination January 2004
Physics Examination June 2003
Physics Examination January 2003
International Conference on Teacher Education "Redesigning Professional Teacher Education"
Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Beasiswa Bidik Misi UPI 2010
Bagi peserta yang sudah mendaftarkan diri pada PMDK UPI 2010 yang orang tua/walinya memiliki keterbatasan ekonomi secara otomatis akan disertakan dalam seleksi Beasiswa Bidik Misi. Bagi mereka yang masuk dalam kategori ini dimohon mengirimkan dokumen Kartu Keluarga Miskin atau Surat Keterangan Miskin dari Kecamatan setempat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Waktu Pendaftaran :
Paling lambat tanggal 15 April 2010 (dokumen diterima Direktorat Akademik UPI)
Seleksi :
Berdasarkan dokumen seperti yang tertera pada Panduan Beasiswa Bidik Misi
Pelaksanaan Tes Keterampilan/Kesehatan :
Tanggal 24 s.d 25 April 2010
Tempat Pendaftaran :
Direktorat Akademik UPI Kampus Bumi Siliwangi
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung
Thinking patterns that help create new ideas.
* Practice visualization -- learn how to create concept maps, illustrative schema, and sketch ideas out.
* Explore other fields looking for new theories and ideas that can be synthesized and adapted.
* Keep a record of your explorations. Keep an "Idea Journal"
* Learn to think in possibilities -- diverge, be expansive in your thinking. Generate lots of ideas, then refine them.
* Practice trying to look at things holistically and try to get the big picture.
* Learn to focus in on parts of a problem, then come back out to the big picture.
* Don't get in a rut. Force yourself to try new things. Experiment with new strategies and play with ideas imaginatively.
* Think of yourself as an "idea artist" or an "idea vendor."
* Combine ideas. Let ideas and thoughts ferment and percolate, "sleep on it", and then revisit the the issue or problem.
* Take time to imagine new ideas and possibilities. Practice daydreaming and visionizing.
* Look for ideas and inspiration in ordinary places. Scan books, magazines, articles, advertisements & photos for new ideas.
* Ask family members, friends, co-workers and even strangers for a fresh perspectives.
* Brainstorm and free associate frequently.
* Free yourself from "functional fixity" or restrictively thinking of something only in one way. Creative thinking is often blocked by not being able to think about items in new contexts or new ways.
* Divest yourself of "cultural or gender mindsets" that may limit your thinking.
* Examine your thinking for barriers like "toxic nostalgia" -- letting grandiose or overly romanticized visions of the past block new ideas.























