Pemahaman Konsep

| |

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata paham sebagai asal kata dari pemahaman diartikan sebagai mengerti benar atau tahu benar. Oleh karena itu, pemahaman dapat diartikan sebagai proses, perbuatan, cara untuk mengerti benar atau mengetahui benar. Seseorang dapat dikatakan paham mengenai sesuatu apabila orang tersebut sudah mengerti benar mengenai hal tersebut.

 
Menurut Sudjana yang dimaksud dengan pemahaman adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu memahami arti dari konsep, situasi, serta fakta yang diketahuinya. Dalam hal ini, siswa tidak hanya menghafal secara verbalitas, tetapi memahami konsep dari konsep atau masalah.

 
Dalam taksonomi ranah kognitif Bloom pemahaman dibagi menjadi tiga aspek yaitu translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi (Amalia, 2008).

 



  1. Translasi (kemampuan menerjemahkan), yaitu kemampuan untuk mengubah simbol tertentu menjadi simbol lain tanpa perubahan makna. Simbol berupa kata-kata (verbal) diubah menjadi gambar atau bagan atau grafik. Kalau simbol ini berupa kata-kata atau kalimat tertentu, maka dapat diubah menjadi kata-kata atau kalimat lain. Pengalihan konsep yang dirumuskan dari kata-kata ke dalam grafik dapat dimasukkan dalam kategori menerjemahkan. Dalam proses menerjemahkan terdapat beberapa beberapa kemampuan, diantaranya ialah:




    1. Menerjemahkan suatu abstraksi kepada abstraksi yang lain. Kemampuan ini meliputi :



  • Kemampuan menerjemahkan suatu masalah menggunakan bahasa sendiri.



  • Kemampuan menerjemahkan suatu uraian panjang menjadi suatu laporan singkat.



  • Kemampuan menerjemahkan suatu prinsip umum dengan memberikan ilustrasi atau contoh.




  1. Menerjemahan suatu bentuk simbolik ke satu bentuk lain atau sebaliknya. Kemampuan ini meliputi :



  • Kemampuan menerjemahkan hubungan yang digambarkan dalam bentuk simbol, peta, tabel, diagram, grafik, formula dan persamaan matematis ke dalam bahasa verbal atau sebaliknya.



  • Kemampuan menerjemahkan konsep kedalam suatu tampilan visual.



  • Kemampuan untuk menyiapkan tampilan grafik dari fenomena fisika atau data hasil observasi.




  1. Terjemahan dari satu bentuk perkataan kepada bentuk yang lain Kemampuan ini meliputi kemampuan menerjemahkan suatu pernyataan harfiah seperti metafora, simbolisme, ironi kedalam bahasa pengantar di kelas.




  1. Interpretasi (kemampuan menafsirkan), yaitu kemampuan untuk menjelaskan makna yang terdapat di dalam simbol, baik simbol verbal maupun yang nonverbal. Kemampuan untuk menjelaskan konsep, atau prinsip atau teori tertentu termasuk dalam kategori ini. Seseorang dapat menginterpretasikan sesuatu konsep atau prinsip jika ia dapat menjelaskan secara rinci makna atau arti suatu konsep atau prinsip, atau dapat membandingkan, membedakan, atau mempertentangkannya dengan sesuatu yang lain.




  2. Ekstrapolasi (kemampuan meramalkan), yaitu kemampuan untuk melihat kecenderungan atau arah atau kelanjutan dari suatu temuan. Kemampuan pemahaman jenis ini menuntut kemampuan intelektual yang lebih tinggi, misalnya membuat telahan tentang kemungkinan apa yang akan berlaku. Beberapa kemampuan dalam proses mengekstrapolasi adalah:




  • Kemampuan menarik kesimpulan dari suatu pernyataan yang eksplisit.



  • Kemampuan menggambarkan kesimpulan dan menyatakannya secara efektif (mengenali batas data tersebut, memformulasikan kesimpulan yang akurat dan mempertahankan hypotesis).



  • Kemampuan menyisipkan satu data dalam sekumpulan data dilihat dari kecenderungannya.



  • Kemampuan untuk memeperkirakan konsekuensi dari suatu bentuk komunikasi yang digambarkan.



  • Kemampuan menjadi peka terhadap faktor-faktor yang dapat membuat prediksi tidak akurat.



  • Kemampuan untuk membedakan konsekuensi yang mempunyai peluang kebenaran rendah dan tinggi.



  • Kemampuan membedakan nilai pertimbangan dari suatu prediksi.

Ausebel (Dahar, 1989) menyatakan bahwa konsep-konsep diperoleh dengan dua cara, yaitu formasi konsep dan asimilasi konsep. Pembentukan konsep merupakan proses induktif. Bila siswa dihadapkan pada stimulus-stimulus lingkungan, mereka akan mengabstraksi sifat-sifat tertentu yang sama dari berbagai stimulus. Pembentukan konsep merupakan suatu bentuk belajar penemuan yang melibatkan proses-proses psikologis seperti analisis diskriminatif, abstraksi, diferensiasi, pembentukan dan pengujian hipotesis, serta generalisasi.

 
Berbeda dengan pembentukan konsep, asimilasi konsep bersifat deduktif. Siswa akan belajar arti konseptual baru dengan memperoleh penyajian atribut-atribut kriteria dari konsep, dan kemudian mereka akan menghubungkan atribut-atribut ini dengan gagasan relevan yang sudah ada dalam struktur kognitif mereka.

 
Sumber:
Amalia, Irma Fitria. (2008). Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Think-Pair-Share Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa. Skripsi Pada FPMIPA UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Dahar, Ratna Wilis. (1989). Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

 

2 comments:

Assalamu'alaikum...
Teman-teman...
Ada yang tau gak??Kalau mau beli bukunya Indrawati (1999) yang judulnya keterampilan proses sains, tinjauan kritis dari teori ke praktis penerbitnya dirjen pendidikan dasar dan menengah (Bandung). Dan bukunya Shinta Dewi (2008) yang judulnya keterampilan proses sains penerbitnya tinta emas publishing (Bandung). Alamat toko bukunya dimana ya??
Atau barang kali ada yang punya bukunya...
Kalau ada tolong hubungi ke no 089656549083...
Terima kasih sebelumnya...

terima kasih atas pemahaman nya sangat bermanfaat bagi saya..!!